By angginvinari

Trip Seoul Hari Ke 2 – Keliling Pasar (Namdaemun, Dogdaemun, Myeongdong)

Categories : Uncategorized

Perbedaan waktu antara Seoul dan jakarta adalah dua jam lebih cepat seoul. Kami bangun tidur pukul 06.30 untuk solat subuh. Saat itu bulan november yang artinya penghujung musim semi dan awal musim dingin.  Udara terlalu dingin bagi kami manusia tropis jadi kami memutuskan untuk tidur lagi setelah solat subuh. Kami bangun tidur untuk kedua kalinya pukul 08.00 dan bergegas sarapan di pantri yang disediakan pihak penginapan. Menu sarapannya cukup bervariatif untuk kelas guesthouse. Ada roti, telur, susu, cereal, buah, kopi, teh, air mineral, dan tidak ada porsi batasan jadi kita bisa sarapan sampai kenyang. Bahagianya.

Kami sempat bertanya ke receptionist bagaimana cara menghidupkan AC karena kamar kami sangat panas. Saat menginjak ubin rasanya seperti menginjak bara api bahkan kami menjemur pakaian dalam di ubin sangking panasnya. Manager hotel yang seorang oppa tampan berkulit glowing menjelaskan jika di musim dingin mereka tidak menghidupkan AC dan menggantinya dengan heater. Oppa manager berjanji akan mengurangi suhu heaternya. Kamipun pasrah menerima apa adanya si ubin emosian, panasan sih :'( . Saat itu saya tahu fungsi lain dari sendal hotel, yaitu melindungi kaki dari ubin yang panas. Terima kasih korea atas pelajaran ini.

Tema hari pertama di seoul adalah pasar, kami akan mengunjungi beberapa pasar untuk melakukan ritual wajib wanita yaitu belanja. Pasar pertama yang akan kami datangi adalah pasar namdaemun. Pasar namdaemun ini merupakan pasar tradisional, namanya sudah cukup tersohor sehingga selain warga lokal juga banyak wisatawan asing yang berkunjung. Tujuan kami ke pasar namdaemun adalah membeli coat untuk kami pakai selama di seoul. Saya mendapat bocoran dari teman bahwa harga coat di namdaemun sangat murah. Pasar Namdaemun ini sangat luas dan lengkap, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, makanan, sampai oleh-olehpun ada.

Cukup lama berkeliling pasar namdaemun ternyata kami tidak menemukan coat dengan harga murah seperti yang diberitakan teman saya. Karena hanya membawa sedikit coat akhirnya dengan agak terpaksa saya membeli coat seharga 30 ribu won. Saat sudah mau meninggalkan pasar namdaemun kami melihat ada keramaian. Setelah kami datangi ternyata ada obral coat yang harganya hanya 10ribu won yang dijual ahjusi korea. Kamipun menggila di antara tumpukan-tumpukan coat obralan. Awalnya saya memilih coat berwarna gelap namun teman-teman saya menyarankan saya untuk memilih coat warna cerah. sayapun menuruti saran mereka yang lebih fashionable dari saya. Cukup banyak kami memborong coat, terlihat raut bahagia di wajah ahjusi penjual coat.

Puas berbelanja coat dan oleh-oleh kami pulang dan membeli makan siang di minimarket dekat penginapan. Minimarket di seoul banyak menjual makanan siap saji dengan harga murah.

Perjalanan pasar berikutnya adalah area dongdaemun. Di area Dongdaemun ini berderet mall yang ga mungkin kami masuki satu persatu. Ada satu mall yang menjadi tujuan kami yaitu migliore, saya pernah membaca harga oleh-oleh di mall ini cukup murah. Lantai pertama mall ini menjual aneka pakaian, di lantai dua menjual sepatu, dan oleh-oleh ada di lantai tiga. Ternyata harga oleh-oleh di mall ini memang murah bahkan lebih murah dari pasar namdaemun. Saya rekomendasikan kalian beli oleh-oleh disini. Di toko tempat kami membeli oleh-oleh ternyata salah satu karyawannya adalah mahasiswa dari indonesia. Tak lupa kami menawar dengan bahasa indonesia. hahaa.

Di sepanjang jalan area dongdaemun banyak menjajakan street food yang menggoda iman. Pilihan kami jatuh pada odeng dan Roti kentang keju mozarela. Dua-duanya enaaak. Gimana enggak, Cuaca dingin dipadukan dengan makanan hangat pasti jadi serasi banget kan. Apalagi bagian nguyup kuah odeng pedes, duh syurgaaa…

Masih di area dongdaemun, selanjutnya kami mengunjungi Dongdaemun Desain Plaza. Bangunannya seperti pesawat luar angkasa, terlihat modern, artistik, dan instagramable. Apalagi di malam hari, lampu-lampunya membuat bangunan semakin indah. Selain bisa berfoto di luar bangunan, di dalam bangunan ini ada museum dan galeri yang menjual barang-barang yang tidak kalah artistik. Bagi kalian yang suka seni pasti betah disini. Di bagian belakang bangunan ini juga ada taman bunga yang terbuat dari lampu LED, sungguh sangat futuristik.

Bangunan Dongdaemun Desain Plaza yang Mirip UFO

Malam semakin malam dan semakin dingin tapi semangat kami tetap membara untuk melanjukan perjalanan ke pasar terakhir yaitu myeongdong. Padahal salah satu teman saya yang punya penyakit asma sudah tidak kuat karna kedinginan saat di dongdaemun tadi. Entah ada kekuatan dari mana, sampe myeongdong sehat lagi doi dan sangat bersemangat untuk shopping. Dasar wanita!

Di Myeongdong kami jajan street food dan membeli korean skincare. Teman saya yang tidak pernah memakai skincare korea pun ikut-ikutan borong skincare. Pasar-pasar di korea sungguh menghipnotis kami untuk terus mengeluarkan uang dan membuat negara itu menjadi semakin kaya. Yah mau gimana lagi, kita manusia adalah mahluk pemburu kebahagiaan dan belanja adalah salah satu cara menjadi bahagia. Lagian kan sayang ya udah sampe sana ga beli apa-apa (pikiran orang indonesia banget). Tinggal pikirin bagasi nanti kalo overweight bayar berapa.

Baru hari pertama isi koper kami sudah bertambah dua kali lipat. Mungkin besok kami harus membeli koper lagi.

Kami tidur dengan barang-barang belanjaan yang berserakan di lantai. Hari ini menyenangkan. 🙂