By angginvinari

Trip Seoul Hari Pertama, Lampung – Jakarta – Bandar Sri Begawai – Seoul

Categories : Uncategorized

Postingan ini merupakan jawaban atas tantangan dari salah satu teman yang baru saya kenal namun sudah terasa cocok mungkin karena kita berasal dari klan yang sama.

Oke mari kita bersenang-senang lewat tulisan.

Dua puluh bulan yang lalu tepatnya bulan november 2018, pagi-pagi buta saya sudah menggeret koper ukuran 30 inchi ke luar luar rumah. Bukan karena dieliminasi dari kartu keluarga namun karena saya akan pergi jalan-jalan bersama tiga teman (rasa saudara) kantor saya. sungguh riang hati kami waktu itu.

Kami naik pesawat dari lampung ke jakarta pukul enam sore dan menginap di hotel pop dekat bandara soekarno hatta karena pesawat dari jakarta ke seoul akan berangkat pukul enam pagi keesokan harinya. Dari jakarta ke seoul kami menggunakan maskapai royal bruney, maskapai ini merupakan maskapai negara brunei darusalam jadi perjalanan kami transit dulu di kota bandar sri begawai. Perjalanan dari jakarta ke bandar sri begawai memakan waktu dua jam, dalam pesawat kami mendapat snack dan makan berat satu kali. Menurut penilaian saya pelayanan maskapai ini cukup memuaskan, makanannya pun enak-enak dan yang unik di layar monitor sebelum peragaan keselamatan dibacakan juga doa perjalanan, keren. Pesawat kami transit selama lima jam di bandara bandar sri begawai, bandara ini cukup kecil dan sepi. Kami sempat keluar bandara dan ingin berkunjung ke pusat kota namun karena takut ketinggalan pesawat kami memutuskan hanya poto-poto dan makan siang di sekitaran bandara. Perjalanan dilanjutkan dari bandar sri begawai ke seoul, memakan waktu hampir enam jam.

Pesawat mendarat di kota seoul pukul sembilan malam, waktu itu rasanya saya mau menangis bahagia. Ini naik pesawat terlama dan terjauh dalam hidup saya. Walau saya tidak terlalu mendambakan pergi ke seoul tapi tetap saja hati saya seperti ingin menyanyikan lagu unara~ unara~ aju~ una~ (soundtrack drakor jewel in the palace atau yang lebih akrab disebut janggem)

Bandara Incheon

Bandara Incheon

Sesampai di bandara kami langsung mengisi formulir untuk diserahkan ke imigrasi setelah itu kami berlanjut mengambil koper. Saat mengambil koper ternyata koper salah satu teman saya ada yang pecah, kami panik tapi tetap waras. Setelah melihat sekeliling ternyata ada tempat pelayanan bagasi. Lalu teman saya melaporkan kerusakan kopernya di tempat pelayanan bagasi untuk maskapai royal bruney. Setiap maskapai punya tempat pelayanan sendiri-sendiri jadi jika anda mengalami hal yang sama silahkan datangi tempat pelayanan sesuai maskapai yang anda gunakan. Embak-embak korea yang jadi CS ramah, sangat membantu dan tentu saja kulit mukanya kinclong macem porselen. Si embak korea mencatat kode penerbangan kami, meminta data diri, memfoto koper yang pecah, mencatat alamat penginapan kami di seoul dan memberikan kabar baik bahwa koper baru akan dikirim ke alamat penginapan kami dalam waktu dua atau tiga hari ke depan. Waktu itu sih kami ragu kalo koper barunya beneran dikirim ke penginapan. Yah, kita lihat saja nanti.

Setelah selesai urusan perkoperan kami berlanjut antri di imigrasi, tidak begitu panjang antriannya dan petugas imigrasinya pun tidak banyak pertanyaan. Namun saya mendapat pengalaman tidak mengenakkan, saat sedang melakukan pengecekan di imigrasi saya sembari asik bermain handphone. Petugas imigrasi memasang wajah kesal pada saya karena saat dia bertanya saya malah sedang melihat handphone saya. Lalu saya minta maaf karena bersikap tidak baik, syukurlah dia tetap mengizinkan saya masuk. Ini jadi pelajaran buat saya. Kalian  jangan melakukan hal yang sama, jangan malu-maluin nama indonesia ya kawan. 

Keluar dari imigrasi kami mencari tempat pengambilan pocket wifi yang sudah saya pesan melalui aplikasi klook. Jika ingin membaca cerita lebih lengkap bisa membaca postingan saya di https://angginvinari.com/sewa-pocket-wifi-di-seoul-melalui-aplikasi-klook/

Langkah berikutnya adalah kami membeli E-Money. Kartu ini adalah uang elektronik yang bisa dipakai untuk pembayaran alat transportasi selama di seoul. Kami membeli E-Money ini di minimarket (seperti Family mart dll) yang ada di bandara. Selain membeli E-Money kami juga segera membeli minuman susu pisang yang melegenda di korea. Duh, itu susu terenak. Mungkin karna di kemasannya ada tulisan hangul dan saya beneran sedang di korea biasanya cuma liat di layar. :’)

Dari bandara incheon ke pusat kota seoul kami kereta AREX (Airport Railroad Ekspress). Ada dua jenis kereta AREX ini yaitu kereta Ekspess dan kereta All Stop. Kami menggunakan kerata All Stop, karena apa? karena lebih murah. hehee.. Durasi perjalanan dari bandara ke stasiun seoul kurang lebih satu jam.

Kami tiba di terminal seoul pukul 23.50 waktu korea selatan. Penginapan kami berada di daerah myeong dong yang terletak cukup jauh dari stasiun seoul. Rencananya kami melanjutkan perjalanan menggunakan seoul metropolitan namun jadwal kereta subway terakhir adalah pukul 24.00. Kami ketinggalan kereta padahal kami sudah berlari-lari bersama penumpang lain. Awalnya kami jalan santai saja tapi onie, oppa, ahjuhsi, ahjuma korea di sekeliling kami pada berlarian jadi kami ikut-ikutan lari sambil menggeret koper. Sungguh membuang-buang tenaga, tapi seru sih.

Akhirnya kami memutuskan menggunakan taksi untuk mengantar kami ke penginapan. Kami menggunakan dua taksi karna koper kami ukurannya ga santai. Agak khawatir karna baru nginjek tanah korea kami sudah harus terpisah, takut diculik karena driver taxi nya ga ramah. hahaaa. Syukurlah kekhawatiran kami tidak terjadi.

Sesampai di penginapan ternyata sudah tidak ada penjaganya, namun pintu penginapan tidak ditutup. Kami masuk dan melihat meja receptionist ada kunci bertuliskan nama saya. Kamipun segera ke kamar kami dan tidur dengan tenang.